BERITA

  • MENCARI IDE

    Sudah lama saya termenung di depan laptop. Lembaran word masih saja kosong. Otak seperti buntu, karena mencari ide tak kunjung datang. Keringat dingin mulai menetes membasahi wajah, mengingat deadline yang telah dijadwalkan Team Satgas Literasi MIN 13 Jakarta Timur untuk mengumpulkan hasil karya tulis paling lambat setiap Senin pukul 15.00. Saya melihat ke arah jam dinding yang menempel di ruang kantor guru, jarum jam menunjukkan pukul 9.30 berarti tinggal beberapa jam lagi, sedangkan kertas ini masih kosong belum ada tulisan apapun. Perasaan  bercampur aduk antara sedih, takut dan bingung, akhirnya saya hanya bisa pasrah.

        Jujur saya akui, saya bukanlah orang yang pandai menulis. Saya belum mahir menulis cerpen, puisi dan karya tulis lainnya. Saya menulis karena adanya tuntutan dari satgas literasi sekolah, yang menugaskan guru-gurunya untuk menulis karya literasi. Alhasil  berjam-jam duduk di depan laptop belum ada satu kalimatpun yang tertulis. Teman saya ada yang menyarankan agar pergi dulu ke kamar mandi untuk mendapatkan ide, karena idenya kerapkali muncul ketika beliau sedang di kamar mandi. Saya tertawa geli, karena saya saat ini tidak ingin untuk buang hajat.......

        Kalau dipikir-pikir buat apa sih satgas literasi menginstruksikan guru-guru untuk menulis. Apa mereka gak tau ya, kerjaan kita sudah banyak dari sekolah. Belum lagi ditambah pekerjaan di rumah, maklum namanya juga ibu rumah tangga kebutuhan rumah otomatis jadi tanggungjawab juga. Pernah saya bawa laptop pulang ke rumah untuk menulis karya tulis di rumah, ternyata di rumah malah tidak tersentuh sama sekali.

        Tapi setelah saya melihat teman-teman yang semangat untuk menulis karya tulis, saya seperti tersadarkan untuk segera membuat karya tulis. Perlahan saya mulai memahami mengapa ditugaskan untuk membuat karya tulis, saya “dipaksa” untuk membuat karya tulis untuk melatih kemampuan dan belajar untuk membuat karya. Karena memang kalau tidak dipaksa maka ide dan keinginan itu tidak akan muncul.

        Tidak adil rasanya ketika kita melantangkan seluruh siswa di MIN 13 Jakarta Timur untuk membuat karya tulis, sedangkan gurunya sendiri belum pernah membuat karya tulis. Bagaimana program literasi sekolah akan berhasil apabila gurunya sendiri minim karya. Memang untuk memulai tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi paling tidak kita sudah berusaha dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan sebuah karya. Keberhasilan akan datang ketika kita tekun dan secara konsisten berlatih dan berlatih terus untuk menulis.  Akhirnya dengan bersemangat saya niatkan untuk menulis, tapi apa yang harus saya tulis ya? Lagi-lagi saya hanya bisa duduk termenung kembali di depan laptop.

    Siti Karimah, S. Ag

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks